Belajar Banyak Hal Tapi Merasa Tidak Jadi Apa-Apa
Sudah belajar banyak hal di IT, tapi tetap merasa belum “jadi” apa-apa. Ternyata, perasaan ini wajar dan bagian dari proses memahami diri sendiri.
Kenapa setelah belajar banyak hal, saya justru merasa kosong? Di dunia IT, ada begitu banyak bidang dan teknologi yang bisa dicoba. Awalnya, saya pikir semakin banyak yang saya pelajari, semakin cepat saya akan menemukan keahlian. Tapi yang terjadi, saya malah sering merasa tidak punya identitas yang jelas.
Saya pernah ada di fase di mana setiap minggu mencoba hal baru. Satu waktu belajar backend, minggu berikutnya frontend, lalu sempat juga tertarik ke UI/UX. Di luar kelas, saya ikut workshop, hackathon, bahkan sempat jadi panitia acara kampus. Tapi setiap kali ditanya, “kamu fokus di mana?”, saya bingung menjawabnya. Semua terasa setengah-setengah.
Saya sempat mencoba memaksa diri untuk memilih satu bidang, berharap dengan begitu saya bisa merasa “jadi sesuatu”. Tapi semakin dipaksakan, semakin terasa bahwa saya hanya menambah daftar hal yang belum benar-benar saya pahami. Saya mulai bertanya ke teman, membandingkan perjalanan saya dengan mereka yang sudah punya spesialisasi. Hasilnya, justru makin ragu pada proses sendiri.
Lama-lama, saya mulai menerima bahwa belajar banyak hal memang tidak langsung membuat saya “jadi”. Prosesnya lebih seperti menanam benih, hasilnya tidak langsung terlihat, tapi perlahan membentuk pola pikir dan cara kerja. Saya mulai lebih santai, membiarkan diri mencoba tanpa harus buru-buru punya label.
Sekarang saya sadar, tidak ada yang benar-benar “jadi” hanya karena sudah belajar banyak hal. Identitas dan keahlian terbentuk dari pengalaman yang berulang, bukan dari banyaknya hal yang dicoba sekaligus. Saya belajar untuk lebih menghargai proses, bukan sekadar hasil akhir.
"Success is not the key to happiness. Happiness is the key to success. If you love what you are doing, you will be successful." - Albert Schweitzer