Bukan Akhir, Tapi Saya Mulai Paham
Saya belum sampai di tujuan akhir. Tapi setelah melewati banyak kebingungan, saya mulai paham bagaimana proses ini bekerja dan ke mana saya ingin melangkah.
Dulu saya sering berpikir bahwa suatu hari akan ada titik di mana semuanya terasa selesai. Titik di mana saya tidak lagi bingung, tidak lagi ragu, dan akhirnya merasa sudah “sampai”. Kenyataannya, titik itu tidak pernah benar-benar datang. Yang ada justru pemahaman baru bahwa perjalanan ini memang tidak punya garis akhir yang jelas.
Pemahaman itu muncul setelah melewati fase panjang mencoba, gagal, dan mengulang. Saya mulai menyadari bahwa kebingungan bukan tanda tersesat, melainkan bagian dari proses belajar. Setiap kali saya merasa tidak tahu, sebenarnya saya sedang membuka ruang untuk memahami sesuatu dengan lebih dalam.
Di satu momen, saya tidak lagi menuntut diri untuk punya jawaban atas semua hal. Saya mulai fokus pada langkah yang ada di depan, sekecil apa pun itu. Dari situ, belajar terasa lebih ringan. Saya tidak lagi sibuk membandingkan diri dengan perjalanan orang lain, karena saya sudah cukup mengenal proses saya sendiri.
Saya juga mulai memahami bahwa arah tidak dikenal lewat keputusan besar saja, tapi dari konsistensi dalam hal-hal kecil. Cara saya menghadapi masalah, cara saya bertanya, dan cara saya merefleksikan pengalaman perlahan membentuk pola. Pola itulah yang membuat saya merasa lebih paham, meski belum sepenuhnya yakin.
Mungkin inilah fase yang jarang disadari sebagai kemajuan. Bukan akhir perjalanan, bukan pula puncak pencapaian. Tapi titik di mana saya berhenti melawan proses dan mulai berjalan bersamanya.
Jika hari ini Anda merasa belum sampai ke mana-mana, bisa jadi Anda sedang berada di fase yang sama. Bukan di akhir, tapi di momen penting ketika pemahaman mulai tumbuh.
It is not that I’m so smart. But I stay with the questions much longer.
- Albert Einstein