Back to Articles
Motivation

Tidak Langsung Jago, Tapi Mulai Mengerti

Saya tidak tiba-tiba menjadi lebih pintar atau lebih hebat. Tapi ada satu hal yang berubah, saya mulai mengerti apa yang sedang saya pelajari dan kenapa itu penting.

Rachel Ardana Putra Ginting
Draft
61 views
Tidak Langsung Jago, Tapi Mulai Mengerti

Saya pernah mengira kemajuan di dunia IT harus selalu terlihat jelas. Harus ada peningkatan skill yang signifikan, hasil yang bisa ditunjukkan, atau setidaknya pengakuan bahwa saya sudah “lebih jago” dari sebelumnya. Tapi setelah melalui banyak proses yang terasa berantakan, saya sadar bahwa perubahan tidak selalu datang dalam bentuk yang mencolok.

Di satu fase, saya menyadari bahwa saya tidak lagi sekadar mengikuti langkah-langkah tanpa memahami alasannya. Saat menghadapi masalah, saya mulai bertanya lebih dulu sebelum mencari solusi. Bukan karena saya sudah ahli, tapi karena saya perlahan mengerti bahwa setiap masalah punya konteks yang tidak bisa diabaikan. Perubahan ini terasa sederhana, tapi dampaknya cukup besar.

Saya juga mulai lebih jujur pada diri sendiri. Saya tahu bagian mana yang benar-benar saya pahami dan mana yang masih sekadar ikut-ikutan. Dulu, ketidaktahuan terasa seperti kelemahan yang harus ditutupi. Sekarang, justru menjadi titik awal untuk belajar dengan lebih sadar. Saya tidak lagi terburu-buru ingin terlihat pintar.

Perasaan “mulai mengerti” ini sering muncul dalam hal-hal kecil. Saat diskusi terasa lebih nyambung, saat bisa menjelaskan ulang masalah dengan bahasa sendiri, atau saat solusi yang saya buat tidak sempurna tapi tepat sasaran. Tidak ada lompatan besar, hanya langkah-langkah kecil yang konsisten.

Di fase ini, saya belajar bahwa menjadi jago bukan tujuan jangka pendek. Mengerti proses dan memahami alasan di balik setiap keputusan jauh lebih penting. Dari sanalah kepercayaan diri yang lebih tenang mulai tumbuh, tanpa perlu membandingkan diri dengan perjalanan orang lain.

Mungkin inilah bentuk kemajuan yang jarang disadari. Tidak spektakuler, tidak instan, tapi cukup untuk membuat saya yakin bahwa saya sedang berada di jalur yang benar.

The beginning of wisdom is admitting what you don’t know.”

- Socrates

This article is published by Rachel Ardana Putra Ginting

Comments (0)

No comments yet. Be the first!