Back to Articles
Motivation

Saat Membandingkan Diri Justru Membuat Arah Makin Kabur

Semakin sering membandingkan diri dengan orang lain, semakin kabur juga arah yang ingin saya tuju. Ternyata, membandingkan bukan memperjelas, justru membuat proses belajar terasa berat.

Rachel Ardana Putra Ginting
Draft
204 views
Saat Membandingkan Diri Justru Membuat Arah Makin Kabur

Kenapa membandingkan diri dengan teman seangkatan atau senior terasa begitu menggoda? Di dunia IT, pencapaian orang lain sering terlihat jelas, ada yang sudah magang, ada yang menang lomba, ada yang portofolionya penuh. Saya pun pernah merasa tertinggal dan mulai mempertanyakan proses sendiri.

Fase ini muncul ketika saya melihat teman-teman sudah punya jalur masing-masing. Ada yang fokus ke mobile, ada yang sudah kerja remote, ada juga yang aktif di komunitas. Setiap kali melihat pencapaian mereka, saya jadi ragu: apakah jalan yang saya pilih sudah benar? Atau saya hanya berjalan di tempat?

Saya mulai membandingkan langkah saya dengan orang lain. Alih-alih termotivasi, saya justru makin bingung. Setiap keputusan terasa salah, karena selalu ada yang terlihat lebih "benar". Saya jadi sering mengubah rencana, berharap bisa mengejar apa yang orang lain capai. Tapi hasilnya, arah saya justru makin tidak jelas.

Lama-lama, saya sadar bahwa membandingkan diri hanya membuat saya kehilangan kepercayaan pada proses sendiri. Saya mulai belajar untuk melihat perjalanan orang lain sebagai inspirasi, bukan sebagai tolok ukur yang harus saya salip.

Sekarang saya paham, setiap orang punya waktu dan jalannya sendiri. Membandingkan diri tanpa memahami konteks hanya akan membuat arah makin kabur. Saya belajar untuk lebih percaya pada proses yang saya jalani, meski kadang terasa lambat.

"The only person you should try to be better than is the person you were yesterday."

This article is published by Rachel Ardana Putra Ginting

Comments (0)

No comments yet. Be the first!